Rabu, 26 Februari 2014

penyebab animasi sukses di jepang

Animasi Jepang kok bisa sukses? Rahasianya dibahas oleh lecture saya, Mr. Hiromichi MASUDA – Vice-Chairman of Business Committe, The Association of Japanese Animations selama mengikuti Beasiswa Short Program: Intellectual Property for the content industry for asia.



Menurut Masuda San, kesuksesan industri kreatif Jepang khususnya animasi adalah kekuatan komik atau Manga. Hampir semua animasi Jepang atau anime berasal dari manga. Sisanya, animasi berasal dari light novel, video games, mainan, dan original. Istilah Masuda San adalah “Japan is the great anime nation, but before that, it was also the great manga nation”. Faktanya adalah 2 dari 3 buku yang dicetak di Jepang adalah komik atau manga (2012). Dan 1 dari 4 majalah Jepang adalah Majalah Komik (misal: Shonen Jump).
Masuda San bercerita bahwa pada tahun 1963, Manga Artist legendaris yaitu Osamu Tezuka, menggunakan studio animasi miliknya untuk “menghidupkan” komik karyanya “Astro Boy”. Dan ternyata sangat sukses, sehingga hal ini menjadi model bisnis animasi di Jepang. Di mana anime yang memiliki biaya produksi mahal harus dipastikan dahulu manganya telah sukses di pasaran.
Di Jepang, hak cipta anime yang berasal dari manga, tetap dimiliki oleh si komikus atau mangaka dan perusahaan penerbit. Persaingan manga di Jepang sangatlah ketat (kejam). Hanya manga TERBAIK yang akan diangkat ke menjadi animasi. Alasannya adalah:
  1. Tidak perlu usaha keras untuk mempromosikannya ketika menjadi anime (Market validation).
  2. Dapat dipastikan resiko gagal investasinya kecil, mengingat produksi anime per episode mencapai 1,5 s.d 2 milyar rupiah.
Kesimpulannya adalah jika Indonesia ingin melakukan percepatan keberhasilan animasinya harus di dukung oleh industri komik yang kuat. Industri komik yang kuat merupakan “market validation” atau uji produk bagi industri animasi. Modal yang besar untuk membuat animasi bukanlah jaminan 100% untuk berhasil.
Sudah siapkah para animator dan komikus Indonesia berkolaborasi
sumber: adhicipta.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar